Tampilkan postingan dengan label Produksi migas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produksi migas. Tampilkan semua postingan

Valve

 Bahan pelajaran Operasi Produksi Migas
Valve                                                                                                                                               

Source : Dosen Akamigas Balongan "Heru Herawan"

Suckrod Pump



Suckrod pump adalah alat yang di gunakan untuik mengangkat minyak dari dalam formasi ke artas permukaan, digunakannya suckrod pump biasanya ketika sumur sudah tidak lagi memiliki kemampuan untuk mengangkat fluida dikarenakan tekanan reservoir tidak lagi mampu mengimbangi tekanan fluida, dengan kata lain suckrod pum adalah peralatan artificial lift
meskipun banyak peralatan yang mampu mengangkat fluida dari formasi akan tetapi suckrod pump masih digunakan karena alasan ekonomis

untuk mengetahui perencanaan instalasi suckrod pump silahkan mendownload file dibawah ini

Perhitungan Evaluasi Suck Rod Pump                                                                                                                                                

adapun bagian dari suckrod pump adalah seperti gambar dibawah ini


















source : Dosen Akamigas Balongan "Heru Herawan"


Perencanaan Pompa ESP



Didalam memproduksi fluida formasi produktif dengan pompa listrik submersible sebagai unit artificial lift, diperlukan pengetahuan secara terpadu antara peralatan bawah permukaan dan peralatan atas permukaan pada pompa listrik submersible.
Peralatan pompa listrik submersible (ESP) terdiri dari pompa centrifugal, protector dan motor listrik. Unit ini ditenggelamkan didalam cairan hidrokarbon

Bentuk pompanya seperti gambar dibawah ini



pada sumur minyak dan disambungkan dengan tubing dan motornya dihubungkan dengan kabel kepermukaan yaitu dengan switchboard dan transformator. Kabel tersebut diklem pada tubing dengan jarak 15 – 20 ft. Listrik bisa antara 220 –2400 volts tergantung unitnya.
Pompa ini dapa memproduksikan minyak atai air antara 300 bpd – 60000 bpd dan kedalaman pompa sampai 15000 ft. Ukuran motornya antara 1 – 700 daya kuda. Penggunaan umumnya pada industri minyak, baik untuk sumur minyak secondary recovery dan pada instalasi air di off shore


Karena materi ESP ini Banyaknya bukan maen terpaksa deh gw harus titipin di tempat laen coz jadi berat n formatnya juga jadi berantakan kalo gw tulis di Blogger
untuk melihat seluruh materi ini silahkan download aja ya.... he he he


Tinjauan teori ESP                                                                                                                                                 


Perencanaan ESP                                                                                                                                            

   
Source : Dosen Akamigas Balongan "Heru Herawan"

Savety Valve





Safety valve adalah merupakan peralatan penyelamat dimana valve ini bekerja secara otomatis dimana valve akan menutup bila tekanan Down stream atau Up stream  lebih tinggi atau lebih rendah dari tekanan yang telah diset.

Peralatan ini idealnya harus dipasang pada semua sumur produksi Offshore dan  Onshore.
Terutama pada sumur bertekanan tinggi atau sumur dengan gas masam yang berdekatan dengan pemukiman, jalan umum atau daerah konversi. 


Source : Dosen Akamigas Balongan "Heru Herawan"













JENIS SAFETY VALVE
Berdasarkan lokasinya :
1. Sub Surface Safety Valves (SSSvs) : 
Merupakan valve yang dipasang  pada peralatan produksi didalam sumur . tujuan pemasangan ini adalah untuk menutup sumur dan mencegah akibat yang lebih buruk dari emisi Hidrokarbon apabila peralatan control utama dipermukaan (Christmas Tree) rusak atau tidak dapat dioperasikan secara terkendali dimana hal ini dapat terjadi dilepas pantai jika platform hancur akibat badai atau ledakan, blow out atau ketidakstabilan formasi sedangkan didarat biasanya disebabkan akibat longsoran, kendaraan menabrak well head, akibat kondisi perang dan akibat sabotase.
2. Surface Safety Valves (SSVs) :
Safety valve yang dipasang pada X’mas Tree, flow line dan Manifold yang bertujuan  melindungi peralatan permukaan  bila tekanan kepala sumur terlalu besar dan melindungi sumur jika tekanan flowline terlalu kecil atau terlalu besar.

2.1. Sub Surface Safety Valves (SSSvs) : 
2.1.1. Flow Controlled Safety Valve
Valve ini diset dibawah packer yang bertujuan melindungi tubing dan annulus casing tubing .
Valve ini secara langsung dikontrol oleh laju alir sumur.
Valve ini didesain terbuka pada kondisi normal tetapi akan tertutup jika tekanan tubing turun dibawah kondisi normal  atau laju produksi melebihi limit yang telah diset. Oleh karena itu valve ini umumnya merupakan wire line retrievable karena harus diset ulang dari waktu-waktu, khususnya apabila kondisi sumur sudah berubah.
2.1.2. Surface-Controlled Subsurface Safety Valves (SCSSSVs)
SCSSSVs adalah valve bawah permukaan dimana jika terjadi kerusakan pada tubing atau well head dan tekanan akan turun (leak off) maka valve ini akan menutup.
Valve ini dapat dibuka kembali dengan bantuan high pressure control line. Control line umumnya dihubungkan dengan sistem penutupan darurat  yang bekerja secara otomatis apabila terjadi keadaan yang darurat atau tidak aman misalnya kebakaran atau terdeteksi adanya gas.
2.1.3. Bottomhole Choke dan Regulator
Bottomhole Choke didesain untuk memberikan laju produksi yang konstan sedangkan Regulator untuk mengatur beda tekanan (pressure diferential) yang konstan.
Peralatan ini bukan merupakan peralatan penyelamat dimana biasanya digunakan untuk tujuan  :
Ø pembatasan laju alir sumur yang akan diproduksi,
Ø pembatasan tekanan operasi pada sumur dengan tekanan yang sangat tinggi
Ø membatasi laju drawdown pada sumur-sumur yang berkecenderungan  mengalami problem kepasiran.
2.1.4. Strom Choke
Peralatan ini berfungsi untuk menutup secara otomatis bila terjadi aliran fluida dari dalam sumur yang terlalu tinggi. Penutupan storm choke terjadi bila wellhead atau pipeline dipermukaan meledak. Dengan adanya ledakan dipermukaan maka minyak akan mengalir sangat cepat ke permukaan akibat turunnya tekanan yang sangat cepat sehingga akan memicu penutupan dari strom choke.
Peralatan ini digunakan untuk tubing valve dan dipasang didalam tubing pada kedalam sekitar 1000 meter.

2.2. Surface Safety Valves (SSVs)
2.2.1. Safety valve X’mas Tree
Safety valve ini melindungi flowline bila tekanan kepala sumur terlalu besar dan melindungi sumur jika tekanan flowline terlalu besar.


Berdasarkan mekanisme kerja terdapat empat type :
a. The Safomatic
Cara kerja Valve ini menutup aliran minyak dengan melepaskan bola baja ke dalam flow stream dimana tekanan minyak akan mendorong dan menahan bola pada suatu tempat sampai ter reset secara manual. Tekanan flowline dimonitor oleh pegas yang terdapat dalam valve.
b. The Manumatic
Cara kerja valve ini menutup dengan menggunakan gate yang digerakan secara pneumatic actuator yang dikontrol secara kontinyu memonitor tekanan flowline. Gate akan terbuka secara otomatis jika tekanan di flowline kembali normal.
c. The Baker Submersible
Cara kerja valve ini sama dengan tipe manumatic valve kecuali actuator digerakan dengan hidrolika dimana gate valve yang dipasang pada dikepala sumur memungkinkan untuk melaksanakan flooding.
d. The Cameron Type FC
Cara kerja valve ini berfungsi untuk menutup aliran minyak dengan cara hidrolik yang digerakan dengan piston.


2.2.2. Check Valve.




Valve ini dipasang di flow line untuk mencegah aliran balik dari manifold ke flow line jika terjadi ledakan pada flow line



2.2.3. Pressure Relief Valve (PSV)




Valve ini diset untuk membuka pada tekanan flowline yang didesain untuk mengatasi apabila terjadi tekanan abnormal. Kelebihan tekanan ini kemudian dibuang ke burning pit dan akan terus berlangsung selama masih terdapat kelebihan tekanan sehingga kemudian valve akan menutup kembali secara otomatis bila tekanan kembali normal.
Peralatan ini biasanya dipasang disetiap flowline dan collector line.


2.2.4. Safety Shutdown Valve  (SSV)



Peralatan ini harus dipasang pada setiap collector line dan berfungsi secara otomatis menutup aliran fluida dari flow line jika terjadi kondisi yang berbahaya di flow station.
SSV dipasang pada collector line dekat dengan sambungan dari arrival manifold. Sedangkan actuator dari SSV bekerja secara Pneumatik




Chokes






Choke atau jepitan berfungsi sebagai pengatur laju aliran fluida dari sumur menuju pipa salur dan separator. Umumnya sumur-sumr sembur alam dilengkapi dengan jepitan, terutama apabila sumur tersebut mempunyai produktivitas yang melampaui yang telah dialokasikan.

Choke juga merupakan regulator yang memberikan minyak mengalir ke flow line dengan rate tertentu.

Besarnya laju alir ditentukan berdasarkan analisa nodal dimana terdapat studi performansi sumur berdasarkan kurva ipr dan kombinasi tubing serta choke yang akan digunakan.
 Banyak istilah yang digunakan dalam penyebutan alat ini yaitu choke, bean, well head choke, surface choke, production choke, flow nipple, flow plug atau bean. Dalam hal ini pertamina mengistilahkan jepitan.
Terdapat  dua tipe choke
1. Adjustable Choke
Adalah choke dimana untuk merubah diameternya sangat mudah yaitu hanya dengan jalan memutar handelnya.
A. Multiple Orifice Valve
Peralatan ini merupakan valve yang mengandung choke dan dapat mengatur pembukaan diameter tanpa menutup aliran dari sumur.
Choke ini terdiri dari dua porcelain disc yaitu back disc dan front disc yang didudukan pada steel seat dimana salah satu disc pada posisi statis sedangkan lainnya dapat berputar / berrotasi sampai posisi yang tepat untuk mengontrol aliran.
Choke jenis ini sangat riskan terhadap erosi sehingga tidak dapat dipakai pada sumur pasir.
Operator lapangan bertugas mengecek secara rutin indicator posisi untuk meyakinkan bahwa tidak terjadi perubahan akibat getaran atau dipindah posisi oleh orang lain. Petugas juga mengecek kerusakan yang mungkin terjadi untuk melakukan perbaikan atau penggantian disc yang rusak.

B. Rotary Choke
Choke ini menggunakan indexing disc dengan sejumlah ukuran yang berbeda yang dapat diganti untuk menghasilkan laju aliran yang tetap.
Besar bukaan dipilih sesuai dengan kapasitas produksi dari sumur.

2.  Positive Choke
Adalah choke dimana untuk merubah diameternya harus mengganti chokenya dimana diameter choke nya tetap.
 



SAFETY OPERATION

Safety factor pada operasi pekerjaan di well head harus benar-benar diperhatikan, selain mengikuti SOP (Standard Operational Procedure)  yang telah ditentukan, operator produksi pelaksana dilapangan wajib mengetahui JSA (Job Safety Analisis) yang telah ada sehingga mereka bisa mengetahui kemungkinan-kemungkinan resiko yang bisa terjadi dilapangan. Hal ini karena mereka bekerja pada area bertekanan tinggi, fluida yang panas dan gas-gas yang mudah terbakar dan beracun.

Pada saat bekerja membuka choke atau bagian dari X’mas tree harus diperhatikan dan make sure bahwa tekanan didalam system sudah diturunkan  dan minyak atau gas telah dikeluarkan dan juga ketika memindahkan choke housing harus dipindahkan secara berlahan karena sangat berat juga untuk mencegah kerusakan dari peralatan tersebut.


 Source : Dosen Akamigas Balongan "Heru Herawan"




Well Completion

PENDAHULUAN

Tahap operasi produksi dimulai apabila sumur telah selesai dikomplesi (well completion), dimana tipe komplesi yang digunakan terutama tergantung pada karakteristik dan konfigurasi antara formasi produktif dengan formasi di atas dan di bawahnya, tekanan formasi, jenis fluida dan metoda produksi.



Valve




I. Pengenalan Umum
Valve atau biasa juga disebut dengan kerangan, sangat berperan penting dalam suatu pabrik guna menjaga kestabilan proses. Valve bertugas mengatur aliran (fluida) dalam suatu proses. Secara tidak langsung, maka valve dapat diandalkan untuk mengatur besar kecil nya flow, rendah tingginya level, rendah tingginya temperatur ataupun tekanan
Berdasarkan keterangan diatas, valve secara umum dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:

Flow line, Manifold & header



Fluida Hidrokarbon yang mengalir dari dasar sumur akan menuju well head dan dari kepala sumur ini fluida dialirkan melalui flow line manifold dan header selanjutnya menuju ke separator terus ke tanki pengumpul.
Flow line merupakan pipa penyalur fluida Hidrokarbon dari suatu kepala sumur menuju tempat pemisahan. Flowline biasanya memiliki diameter antara 2 – 4 inch tergantung dari design dan kapasitas produksi sumur. Agar aliran tidak kembali dalam sumur (back flow) maka pada tiap flowline di pasang check valve.

Separator

Separator adalah tabung bertekanan yang digunakan untuk memisahkan fluida sumur menjadi air dan gas (tiga fasa) atau cairan dan gas (dua fasa), dimana pemisahannya dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
a. Prinsip penurunan tekanan.
b. Gravity setlink
c. Turbulensi aliran atau perubahan arah aliran
d. Pemecahan atau tumbukan fluida
Untuk mendapatkan effisiensi dan kerja yang stabil dengan kondisi yang bervariasi, gas liquid separator harus mempunyai komponen pemisah sebagai berikut :

Well head



Well head merupakan peralatan untuk dudukan christmas tree (x’mas tree) dan untuk menggantungkan casing atau tubing pada suatu sumu.r.
Fungsi lain well head adalah untuk mengontrol operasi atau aktivitas dipermukaan sumur yaitu menyekat untuk mencegah kebocoran fluida formasi atau tersembur dipermukaan.